Biografi Sahabat Abu Bakar

dapat tugas presentasi biografi tapi bingung mau nyari biografi siapa ? atau dapet tugas tentang sahabat Abu Bakar tapi bingung gag ada buku ? semua akan segera terselesaikan dengan hanya di depan layarmu. tak perlu susah kesana kemari. yuk di simak




PENDAHULUAN

1.      Latar Belakang


            Abu Bakar Ash-Shidiq merupakan salah satu sahabat Rasulullah yang sangat di muliakan, Imam Bukhori meriwayatkan dari Abdullah bin Umar, dia berkata : Kami diperintahkan memilih orang-orang di Zaman Rasulullah, lalu kami memilih Abu Bakar, lalu kami memilih Umar, kemudian Ustman.(HR. Ath-Thabrani dalam Al-Kabir).[1]
            Ketika rasululah SAW wafat, beliau tidak meningalkan wasiat apapun kepada kaum muslimin tentang siapa yang akan menggantikan beliau memimpin Masyarakat dan Negara Islam yang akan di bentuk di Madinah. Akan tetapi sebelum beliau wafat sempat memberikan petunjuk tentang siapa yang akan menggantikan beliau untuk memimpin masyarakat, yaitu Abu Bakar Ash-Shiddiq. Beliau menunjuknya untuk menggantikan beliau sebagai imam sholat ketika sakit.
            Ketika Rasulullah telah wafat terjadi perbedaan pendapat tentang siapa yang pantas menggantikan Rasulullah. Perbedaan tersebut antara Kaum Muhajjirin dan Kaum Anshar. Namun perbedaan tersebut akhirnya diselesaikan di Bani Sa’idah dengan proses yang alot. Namun karena semangat ukhuwah Islamiyah yang sangat Kuat, akhirnya Abu bakarlah yang dipilih sebagai khalifah.









NASAB ABU BAKAR

            Abu Bakar Ash-Shiddiq khalifah Rasulullah, nama awal Abu Bakar sebenarnya Abdullah bin Abu Quhafah atau Abdullah bin Abi Quhafah Ustman bin Amir bin Ka’ab bin Sa’ad bin Taym bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ay bin Ghalib bin Fihr[2],Al-Quraisyi,At-Tamimi. Nasabnya bertemu dengan nasab Rasulullah di kakeknya, Murrah Ka’ab bin Lu’ay.[3] Dalam literatur lain disebutkan nama ayahnya yakni Abu Quhafah. Nama inipun bukan nama yang sebenarnya.Ustman bin Amir demikianlah nama aslinya. Sedangkan  ibunya adalah Ummu al-Khair, Salma binti Shakhr bin Amir bin Ka’ab bin Sa’ad bin Taim. Berarti ayah dan ibunya berasal dari Kabilah Bani Tamim.
            Sebelum Islam, ia di panggil dengan sebutan Abdul ka’bah. Ada cerita menarik tentang nama ini. Ummul Khair, Ibunda Abu Bakar sebelumnya melahirkan beberapa kali anak laki-laki. Namun setiap kali melahirkan anak laki-laki, setiap kali itu juga anak itu meninggal. Sampai kemudian ia bernadzar apabila ia melahirkan anak laki-laki dan hidup ia akan memberikannya untuk mengabdi pada Ka’bah. Dan lahirlah Abu Bakar kecil. Sedangkan gelar Ash-Shiddiq, disebutkan bahwa dia mendapat gelar sejak Zaman Jahiliyah, karena dia sangat terkenal kejujurannya. Riwayat ini di sebutkan oleh Ibnu Masdi. Juga di katakan bahwa ia mendapat gelar demikian karena dia begitu cepat membenarkan apa yang Rasulullah bawa. Ibnu Ishaq dari Hasan Al-Bashri dan Qatadah menyebutkan : Dia adalah orang yang pertama kali membenarkan apa yang Rasulullah lakukan pada malam Isra’.
            Al-Hakim di dalam al-Mustadrak meriwayatkan dari Aisyah, dia berkata : kaum Quraisy datang kepada Abu Bakar dan berkata : “Apakah engkau telah menemui sahabatmu. Dia menyatakan bahwa dia dijalankan Tuhannya semalam ke Baitul Maqdis.”[4]
Dia berkata. “Apakah dia mengatakan itu ?”
Mereka berkata, “Ya”
“Jika demikian, maka benarlah apa yang dia katakan, bahkan jika dia mengatakan yang lebih dari itu, saya pasti akan membenarkan apa yang dia katakan tentang kabar langit itu,” lanjut Abu Bakar.
            Setelah Abu Bakar lahir dan tumbuh dewasa ia di beri nama lain, yaitu Atiq. Nama ini diambil dari nama lain Ka’bah yaitu Baitul Atiq yang berarti Rumah Purba[5].Namun yang benar adalah apa yang di sepakati para Ulama, bahwa Al-Atiq itu bukanlah namanya tetapi itu adalah gelarnya. Dia di beri gelar Al-Atiq karena dia di anggap lepas dari Neraka.  sebagaimana dalam riwayat Imam Tirmidzi.[6] Juga di sebutkan bahwa gelar itu di berikan karena ia memiliki wajah rupawan, sebagaimana yang di katakan Mush’ab bin zubair, Laits bin Sa’ad dan sejumlah orang yang lain. Juga ada yang menyebutkan, ia di beri gelar demikian sebab dalam silsilahnya keturunannya tidak ada yang mengandung Aib.[7] Setelah masuk Islam Rasulullah memanggilnya Abdullah. Sedangkan nama Abu Bakar sendiri konon berasal dari prediket pelopor dalam Islam. Bakar berarti dini atau awal.[8]

KELAHIRAN, PERTUMBUHAN , DAN WAFATNYA ABU BAKAR

            Abu Bakar di lahirkan dua tahun setelah kelahiran Rasulullah. Dan meninggal dalam usia enam puluh tiga tahun sebagaimana usia Rasulullah.[9] Abu Bakar tumbuh dan besar di Makkah dan tidak pernah keluar dari Makkah kecuali untuk tujuan dagang dan bisnis. Dia memiliki harta kekayaan yang sangat banyak dan kepribadian yang menarik, memilikki kebaikan yang sangat banyak, dan sering melakukan perbuatan-perbuatan yang terpuji. Sebagaimana hal ini dikatakan oleh Ibnu Dhugunnah, sesungguhnya engkau selalu menyambung tali kasih dan keluarga, bicaramu selalu benar, dan kau menanggung banyak kesulitan, kau bantu orang-orang yang menderita dan kau hormati tamu. An-Nawawi juga mengatakan, : Dia termasuk tokoh Quraisy di masa Jahiliyah, orang yang selalu diminta nasihat dan pertimbangannya, sangat dicintai di kalangan mereka, sangat tahu kode etik yang ada di kalangan mereka. Tatkala islam datang, dia mengedepankan Islam atas yang lain, dan dia masuk islam dengan sempurna.
            Al-Hafizh Ibnu Katsir berkata[10], “Abu Bakar Ash-Shiddiq wafat pada Hari Senin di malam hari, ada yang mengatakan bahwa Abu Bakar wafat setelah Magrib (malam Selasa) dan di kebumikan pada malam itu juga yaitu tepatnya 8 hari sebelum berakhirnya bulan Jumadil Akhir tahun 13 H, setelah beliau mengalami sakit selama 15 hari. Pada waktu itu Umar menggantikan posisinya sebagai Imam Kaum Muslimin dalam Shalat. Ketika sakit, beliau menuliskan wasiat agar tampuk pemerintahan kelak diberikan kepada Umar bin al-Khathab, yang menjadi juru tulis waktu itu adalah Ustman bin Affan. Setelah surat wasiat selesai, segera dibacakan kepada segenap kaum muslimin, dan mereka menerimanya dengan segala kepatuhan dan ketundukan”
Masa ke khalifahan Abu Bakar berlangsung selama 2 tahun 3 bulan[11]. Sebelum beliau wafat, telah mewasiatkan agar seperlima dari hartannya disedekahkan, sambil berkata, “aku akan menyedekahkan hartaku sejumlah yang Allah ambil dari harta Fai’ kaum muslimin”[12]
            Disebutkan bahwa sebab beliau jatuh sakit dan wafat adalah karena beliau dan Al-Harist seorang dokter yang masyhur memakan Khazirah[13] yang di hadiahkan kepada Abu Bakar, maka setelah memakan daging itu Al-Harist berkata, “ Angkatlah tangan Anda Wahai Khalifah Rasulullah, demi Allah, sesungguhnya daging ini telah beracun, maka Abu Bakar segera mengangkat tangannya dan sejak itu keduannya selalu merasa sakit hingga akhirnya keduanya wafat satu tahun kemudian”[14]. Al-waqidi dan Al-Hakim juga meriwayatkan dari Aisyah, dia berkata, “Awal sakit ayahku, Abu Bakar ialah pada saat dia mandi pada hari Senin tanggal 7 Jumadil Akhir. Kemudian dia merasa kedinginan seharian. Dia terserang demam selama 15 hari dan tidak bisa menghadiri shalat jama’ah. Dia meninggal pada hari Selasa tanggal 22 Jumadil Akhir tahun ke 13 Hijriyyah dalam Usia 63 tahun.”[15]
Ibnu Sa’ad menyebutkan dengan sanadnya dari Al-qashim bin Muhammad, dia berkata, “ Abu Bakar di kafankan dalam dua kain, kain yang berwarna putih dan satu lagi berwarna lain, Beliau berpesan, sesungguhnya orang yang masih hidup lebih membutuhkan kain dari orang yang telah mati, sebab kain kafan hanyalah menutup apa-apa yang akan keluar dari hidung maupun mulutnya.”
            Beliau di makamkan bersama Rasulullah di dalam kamar (Aisyah) dan beliau di shalatkan oleh Umar bin al-Khatab.
            Beliaulah yang pertama kali di angkat Rasulullah sebagai amir dalam pelaksanaan ibadah haji pertama dalam Islam, yaitu pada tahun 9 H, dan Pada tahun berikutnya Rasulullah baru melaksanakan ibadah haji wada’. Ketika beliau di angkat menjadi khalifah, Beliau memerintahkan Umar untuk menjadi amir haji pada tahun 11 H, dan tahun berikutnya barulah beliau berangkat haji.[16]

CIRI FISIK DAN KARAKTER ABU BAKAR

            Abu Bakar adalah seorang yang bertubuh kurus dan berkulit putih[17]. Aisyah menerangkan ciri fisik bapaknya dengan mengatakan, “ Beliau berkulit putih, kurus, tipis kedua pelipisnya, kecil pinggang (sehingga kainnya selalu melorot dari pinggangnya), wajahnya  selalu berkeringat, hitam matannya, berkening lebar, memilikki urat tangan yang nampak menonjol, dan selalu mewarnai jenggotnya dengan memakai daun pacar (hinai) maupun daun pohon Al-Katm”
            Sedangkan karakter akhlaknya, beliau terkenal dengan kebaikan, keberanian, kokoh pendirian, selalu memilikki ide-ide cemerlang dalam keadaan genting, murah hati, penyabar, memilikki azimah (keinginan yang kuat), faqih, paling mengerti dengan garis keturunan (nasab) Arab dan berita-berita tentang mereka, sangat bertawakkal kepada Allah dan yakin dengan segala janji-Nya, bersifat wara’ dan jauh dari segala Syubhat, zuhud terhadap dunia, selalu mengharapkan apa-apa yang lebih baik disisi Allah, serta lembut dan ramah.
Sepintas tentang kesabaran dan kerendahan hatinya, Ibnu Asakir meriwayatkan dari Anisah dia berkata : “Abu Bakar mampir ditengah-tengah kita tiga tahun sebelum menjadi khalifah, dan setahun setelah menjadi khalifah. Saat itulah wanita dikampung kami datang menemuinnya dengan kambing-kambingnya. Dia memeras susu kambing mereka.”
Imam Ahmad meriwayatkan dalam kitabnya Az-Zuhd dari Maimun bin Mahran, dia berkata, “Ada seorang laki-laki datang kepada Abu Bakar, dia berkata,‘ Keselamatan atasmu wahai khalifah Rasulullah’ Dia berkata, ‘Dan pada orang yang hadir disini’.”
            Abu Bakar juga merupakan orang yang paling bersih di masa Jahiliyah, hal ini seperti yang diriwayatkan Ibnu Asakir dengan sanadnya yang sahih dari Aisyah, dia berkata : Demi Allah, Abu Bakar tidak pernah melantunkan satu syairpun di masa Jahiliyah dan tidak pula di masa Islam. Dia dan Ustman tidak pernah minum minuman keras di masa Jahiliyah.
Keberanian dan kepahlawanannya juga bisa di lihat tatkala para sahabat Rasulullah sudah mencapai tiga puluh delapan orang, Abu Bakar bersikeras mengatakan kepada Rasulullah agar melakukan dakwah secara terang-terangan, Rasulullah SAW bersabda “Kita ini sedikit jumlahnya.” Namun Abu bakar tetap bersikeras agar Rasulullah menyiarkan agama ini dengan terang-terangan, hingga akhirnya Rasulullah tampil berdakwah dengan terang-terangan, dan kaum muslimin berpencar di setiap dinding-dinding Masjidil Haram dan setiap orang berkumpul dengan keluarganya masing-masing. Saat itulah Abu Bakar tampil berkutbah di tengah-tengah manusia dan menyeru kepada Agama Allah dan agama Rasulullah. Ibnu Asakir juga meriwayatkan dari ali, dia berkata : Tatkala Abu Bakar masuk Islam, dia menyatakan keislamannya dengan terang-terangan dan dia mengajak manusia kepada Agama allah dan agama Rasul-Nya.
            Selain itu, kedermawanan Abu Bakar sangat terkenal, hal ini seperti sabda Rasulullah, “ Tidak ada seorangpun yang besar bantuannya kepada kami melebihi pemberian yang di berikan Abu bakar, dia mengabdikan jiwa dan ragannya padaku, dan dia menikahkan anaknya denganku”.








ISTRI-ISTRI DAN PUTRA-PUTRI ABU BAKAR[18]

            Abu Bakar pernah menikahi Qutailah binti Abd al-Uzza bin Abd bin As’ad pada masa Jahiliyah, dan dari pernikahan tersebut lahirlah Abdullah dan Asma’.
            Beliau juga menikahi Ummu Ruman binti Amir bin Uwaimir bin Zuhal bin Dahman dari Kinanah, dari pernikahan tersebut lahirlah Abdurrahman dan Aisyah.
            Beliau juga menikahi Asma’ binti Umais bin Ma’ad bin Taim al-Khats’amiyyah, dan sebelum itu Asma’ binti Umais di peristri oleh Ja’far bin Abi Thalib. Dari hasil pernikahan tersebut lahirlah Muhammad bin Abu Bakar. Kelahiran tersebut terjadi pada haji wada’ di Dzul Hulaifah.
            Beliau juga menikahi Habibah binti Kharijah bin Zaid bin Abi Zuhair dari Bani al-Haris bin Al-Khazraj. Abu Bakar pernah singgah di rumah Kharijah ketika beliau datang ke Madinah dan kemudian mempersunting putrinya, dan Beliau terus bermukim dengannya di suatu tempat yang di sebut As-Sunnuh[19]. Hingga Rasulullah wafat dan kemudian beliau di angkat menjadi khalifah sepeninggal Rasulullah. Dari pernikahan tersebut lahirlah ummu Kultsum, setelah Rasulullah wafat.

MASUK ISLAMNYA ABU BAKAR

            Abu Bakar adalah laki-laki yang pertama kali memeluk islam, beliau di dahului Khadijah yang lenih dahulu masuk islam dari pada beliau. Adapun dari golongan anak-anak adalah Ali, sedangkan Zaid bin Haritsah adalah orang yang pertama kali masuk islam dari kalangan budak.
            Keislaman Abu Bakarpaling banyak membawa manfaatbesar terhadap kaum muslimin dan juga Islam. Karena kedudukannya yang tinggi dan semangat kesungguhannya dalam berdakwah[20]. Dengan keislaman beliau di ikuti oleh tokoh-tokoh besar yang nmasyhur, seperti : abdurrahman bin auf, Sa’ad bin Abi Waqqash, Ustman bin Affan, Zubair bin Awwam, dan Thalhah bin Ubaidillah.
            Pada hari keislamannya, beliau menginfakkan 40.000 Dirham di jalan Allah. Beliau banyak memerdekakan budak yang disiksa karena keislamannya di jalan Allah seperti Bilal. Beliau selalu mengiringi Rasulullah di Makkah, bahkan juga ketika bersembunyi di Gua. Dan dalam perjalanan hijrah hingga sampai di kota Madinah. Disamping itu beliau mengikuti seluruh peperangan yang di ikuti Rasulullah, baik perang Badar, Uhud, Khandaq, Penaklukan Kota Makkah, Hunain, maupun Peperangan Tabuk.

BEBERAPA CONTOH DAN KETELADANAN DARI ABU BAKAR

1)      Beliau adalah Sahabat Rasulullah di Gua dan Ketika Hijrah.

            Diriwayatkan dari al-Bara’ bin ‘Azib, beliau berkata, “ Suatu ketika Abu bakar pernah membeli seekor tunggangan dari Azib dengan harga 10 Dirham, maka Abu Bakar berkata kepada ‘Azib, suruhlah agar anakmu si Bara’ menghantarkan hewan tersebut”, maka Azib berkata, “Tidak, hingga anda menceritakan kepada kami terlebih dahulu bagaimana kisah perjalanan Anda bersama Rasulullah ketika keluar dari Makkah sementara orang-orang musyrikin sibuk mencari-cari kalian”.
            Abu bakar berkata, “ Kami berangkat dari Makkah, berjalan sepanjang malam dan siang hingga datang waktu Zuhur, maka aku mencari-cari tempat bernaung agar kami dapat beristirahat dibawahnya, ternyata aku melihat ada sebuah batu besar, maka segera kudatangi dan disitu kulihat ada tempat untuk bernaung. Maka kubentangkan alas untuk Nabi, kemudian ku katakan pada beliau, “Istirahatlah wahai Nabi Allah” Maka beliaupun Istirahat, sementara aku memantau daerah sekitarku. Apakah ada orang-orang yang mencari kami datang mengintai. Tiba-tiba aku melihat ada seorang penggembala kambing sedang menggiring kambingnya ke arah teduhan dibawah batu seperti kami. Maka aku bertanya kepadanya “Siapa tuanmu wahai budak ?” dia menjawab,”Budak milik si Fulan, seseorang dari suku Quraisy” dia menyebut nama tuannya kemudian aku mengenalnya, kemudian kutanyakan “Apakah kambingmu memilikki susu ?” Dia menjawab “Ya” lantas kukatakan, “Maukah engkau memerasnya untuk kami ?” Dia menjawab “Ya” Maka dia mengambil dari salah satu kambing-kambing tersebut, setelah iktu kuperintahkan kepadanya agar membersihkan susu kambing tersebut dari debu dan kotoran,maka dia menepuk kedua tangannya dan dia mulai memeras susu. Sementara Aku telah mempersiapkan wadah yang di mulutnya di balut kain menampang susu tersebut, maka segera kutuangkan susu yang telah di peras tersebut kedalam wadah dan ku tunggu hingga bawahnya dingin, lalu kubawakan kehadapan Rasulullah, dan ternyata beliau sudah bangun, segera kukatakan kepadanya, “ Minumlah wahai Rasulullah” maka beliau meminum hingga kau lega (karena melihat beliau telah kenyang). Setelah itu ku katakan kepada Beliau, “Bukankah kita akan segera berjalan kembali ya Rasulullah ?” Beliau menjawab “ Tentu!”.

2)      Abu Bakar adalah sahabat yang paling alim di antara sahabat lainnya.
                        Suatu ketika Rasulullah berkhutbah di hadapan manusia dan berkata :
“Sesungguhnya Allah telah memberi seorang hamba untuk memilih antara dunia atau memilih apa-apa yang ada di sisi-Nya, dan ternyata hamba tersebut memilih apa-apa yang ada di sisi Allah”
                        Abu Sa’ad berkata, Maka Abu Bakar menangis, maka kami heran, kenapa beliau menangis padahal Rasulullah hanyalah menceritakan seorang hamba yang memilih kebaikan. Akhirnya kami ketahui bahwa hamba tersebut tak lain adalah Rasulullah sendiri. Dan Abu bakar adalah orang yang paling mengerti serta paling berilmu di antara kami.
3)      Abu Bakar adalah sahabat yang paling utama.
                        Diriwayatkan dari Muhammad bin al-Hanafiyyah, beliau berkata; “ kutanyakan pada Ayahku (Ali bin Abi Thalib) siapa yang palik baik setelah Rasulullah ?” Maka beliau menjawab “ Abu Bakar !” Kemudian ku tanyakan lagi,”Siapa setelahnya ?” Beliau menjawab,”Umar”. Dan aku takut jika beliau menyebut Ustman sesudahnya, maka ku katakan “setelah itu pasti Anda”. Namun Beliau menjawab,”Aku hanyalah salah seorang dari Kaum Muslimin”
4)      Abu Bakar adalah orang yang selalu mendampingi Rasulullah dan paling dahulu masuk islam dari kalangan laki-laki dewasa
                        Diriwayatkan dari Warabah bin Abdurrahman dari Hammam, dia berkata : Aku mendengar Ammar berkata,” Aku pernah melihat Rasulullah (di Makkah), pada waktu itu tidak ada orang yang mengikuti beliau kecuali lima orang budak, dua wanita, dan Abu Bakar”.



















KESIMPULAN

1.      Nama asli Abu Bakar adalah Abdullah bin Abu Quhafah atau Abdullah bin Abi Quhafah Ustman bin Amir bin Ka’ab bin Sa’ad bin Taym bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ay bin Ghalib bin Fihr. Nama ayahnya adalah Ustman bin Amir sedangkan ibunya Ummu al-Khair, Salma binti Shakhr bin Amir bin Ka’ab bin Sa’ad bin Taim. Berarti ayah dan ibunya berasal dari Kabilah Bani Tamim.

2.      Abu Bakar di lahirkan dua tahun setelah kelahiran Rasulullah. Dan meninggal dalam usia enam puluh tiga tahun sebagaimana usia Rasulullah.[21] Abu Bakar tumbuh dan besar di Makkah dan tidak pernah keluar dari Makkah kecuali untuk tujuan dagang dan bisnis. Beliau di makamkan bersama Rasulullah di dalam kamar (Aisyah) dan beliau di shalatkan oleh Umar bin al-Khatab.

3.      Istri-Istri Abu Bakar adalah :

a.       Qutailah binti Abd al-Uzza bin Abd bin As’ad
b.      Ummu Ruman binti Amir bin Uwaimir bin Zuhal bin Dahman dari Kinanah
c.       Asma’ binti Umais bin Ma’ad bin Taim al-Khats’amiyyah
d.      Habibah binti Kharijah bin Zaid bin Abi Zuhair dari Bani al-Haris bin Al-Khazraj

4.      Putra-Putri Abu Bakar adalah :

a.       Abdullah dan Asma’
b.      Abdurrahman dan Aisyah
c.       Muhammad bin Abu Bakar
d.      Ummu Kultsum

5.      Pada hari keislaman Abu Bakar, beliau menginfakkan 40.000 Dirham di jalan Allah. Beliau banyak memerdekakan budak yang disiksa karena keislamannya di jalan Allah seperti Bilal. Beliau selalu mengiringi Rasulullah di Makkah, bahkan juga ketika bersembunyi di Gua. Dan dalam perjalanan hijrah hingga sampai di kota Madinah. Disamping itu beliau mengikuti seluruh peperangan yang di ikuti Rasulullah, baik perang Badar, Uhud, Khandaq, Penaklukan Kota Makkah, Hunain, maupun Peperangan Tabuk.

6.      Keistimewaan Abu Bakar adalah :

a.       Beliau adalah Sahabat Rasulullah di Gua dan Ketika Hijrah
b.      Abu Bakar adalah sahabat yang paling alim di antara sahabat lainnya
c.       Abu Bakar adalah sahabat yang paling utama
d.      Abu Bakar adalah orang yang selalu mendampingi Rasulullah dan paling dahulu masuk islam dari kalangan laki-laki dewasa

















DAFTAR PUSTAKA

Al-Hafizh Ibnu Katsir, 2002, Perjalanan Hidup Empat Khalifah Rasul Yang Agung, Cet.I, Jakarta : Darul Haq
Ibnu Katsir Ismail bin Umar al-Quraisy, 1978, Al-Bidayah Wa an-Nihayyah, Beirut : Dar al-Fikr
Ibnu sa’ad Muhammad bin Sa’ad bin Mani’, 1996, Ath-Thabaqah Ar-Rabi’ah min ash-Shahabah, Thaif : Maktabah ash-Shiddiq
________________________,Ath-Thabaqah Al-Kubra,Beirut: Dar Beirut,t.th.
Imam As-Suyuthi, 2003, Tarikh Khulafa’, Cet.VI, Jakarta : Pustaka Al-Kautsar
Hepi Andi Bastoni,2002, 101 Sahabat Nabi, Cet.I, Jakarta : Pustaka Al-Kautsar


[1] Tarikh Khulafa’,49
[2] Thabaqat Ibnu Sa’ad,3/169
[3] Tarikh Khulafa’,31
[4] Ibid,33-34
[5] 101 Sahabat Nabi,90
[6] At-Tirmidzi dan Al-Hakim meriwayatkan dari Aisyah bahwa Abu Bakar masuk ke Rumah Rasulullah. Kemudian Rasulullah bersabda : “Wahai Abu Bakar sesungguhnya engkau adalah pembebas manusia dari api neraka”
[7] Tarikh Khulafa’, 34-35
[8] 101 Sahabat Nabi,90
[9] Tarikh Khulafa’,35
[10] Al-bidayah wa an-Nihayah,7/18
[11] Lihat tarikh ath-Thobari, 3/420 dan dia menambahkan masa kekhalifahannya lebih sepuluh hari, adapun ibnu katsir menghapus hitungan malam hari, begitu pula ibnu sa’ad, ada juga yang menyebutkan pendapat lainnya.
[12] Thabaqat ibnu sa’ad 3/194
[13] Yaitu daging yang telah lewat satu hari, yang di campur dengan tepung setelah dimasak (Al-Lisan,4/237)
[14] Ath-Thabaqat al-Kubra, 3/198
[15] Tarikh khulafa’,89-90
[16] Ath-thabaqat al-Kubra,3/177
[17] Thabaqah ibnu saad, 3/188
[18] Perjalanan Hidup Empat Khalifah Rasul yang Agung, 7
[19] Nama tempat yang berada di awal Madinah, di situlah perkampungan Bani Al-Harist bin Al-Khazraj.(Mu’jam al-Budan,3/265)
[20] Albidayah wan nihayah,3/26
[21] Tarikh Khulafa’,35

No comments:

Post a Comment

Cantik dengan masker lemon

Masker Lemon        Untuk menjadi cantik wanita banyak yang melakukan perawatan mulai dari yang biasa hingga luar biasa....