Teks sambutan wakil siswa pada acara halal bihalal
Hari raya idul fitri biasannya akan di
adakan halal bi halal atau upacara atau
mungkin apel yang di dalamnya akan di tunjuk salah satu siswa untuk
mewakili laiinya dari sekolahan tersebut. Lebih jelasnya silakan lihat contoh
pidato tersebut :
Yang terhormat bapak kepala madrasah
.....................
Yang saya hormati para bapak dan ibu
guru....................
Dan yang saya cintai teman-teman
seperjuangan yang berbahagia...
Disini saya berdiri di tengah-tengah kalian,
dan bersama kalian dengan keadaan sehat sentosa sebagai perwakilan dalam rangkaian
acara “Halal Bi Halal”, teman-teman serta bapak ibu guru disini dan di bulan
yang baru ini, marilah kita mengingat-ingat apa saja ya ng telah kita dapat di
bulan suci kemarin,kita telah melalui bulan yang indah dan berkah yakni bulan
suci ramadhan. Serta kita telah kembali merayakan kemenangan kita melalui hari
raya idul fithri.
Hadirin yang berbahagia, sesungguhnya kita
telah melalui proses yang begitu panjang. Di sini kita semua berkumpul sebagai
satu keluarga, satu tujuan, dan satu impian yakni ridhallah fiddunya wal
akhiroh. Sering kita melakukan kesalahan-kesalahan yang tak kami sadari.
Terlebih kami para siswa siswi dalam proses belajar mengajar. Kami banyak
melakukan salah terhadap bapak ibu guru. Maka disini saya pribadi dan
teman-teman saya meminta maaf atas kesalahan-kesalahan kami. Maaaf kan kami
apabila kami masih belum bisa menjadi anak didik yang baik, anak didik yang
patuh, maafkan kami atas hal-hal yang pernah kami lakukan.
Bapak ibu guru yang saya hormati, kembali
kepada tema kita halal bi halal, kami mengucapkan “Minal Aidzin Wal Faizin”.
Sebagai satu keluarga , marilah kita saling menggandeng dan menggenggam. Saling
mengingatkan dan menasihati. Kami para anak didik, sesungguhnya sangat butuh
itu semua dari bapak ibu guru. Namun terkadang kami juga acuh akan
nasihat-nasihat bapak ibu guru.
Teman-temanku yang berbahagia, tak lupa ku
ucapkan “Minal Aidzin Wal Faizin” . mari teman, kita langkahkan kaki
kita, kita gerakkan anggota badan kita untuk snantiasa beribadah, mencari ilmu,
menghilangkan kebodohan dari diri kita, sebab, kebodohan adalah musibah
terbesar bagi kita. Kita bisa seperti ini karena kebodohan hampir sirna. Lalu
siapakah yang membuat kebodohan kita menjadi sirna ? teman-teman ku,
ketahuilah, usaha, doa, seangat, tekun , dan ridho orang tua kita lah yang
membantu kita, orang tua kita senantiasa mendo’akan kita dengan ketulusannya.
Mari teman, jangan sia-siakan doa dan jangan kita kecewakan hati orang tua kia
dengan sikap kita, dengan kemalasan kita, dan dengan ketidak patuhan kita. Mari
lah kita di momen yang baru, awal yang baru, dan jiwa yang baru kita gunakan
untuk berbuat baik dan meninggalkan hal yang tak pantas lagi kita lakukan.
Hadirin yang saya hormati, apa salahnya jika
kita selalu menasihati ? tentu tak ada salahnya, memang sudah seharusnya kita
demikian. Saya harap kita bersama-sama menjadi sabar, kami para anak didik
bersabar dalam mencari dan mencari, dan bapak ibu guru bersabar dalam mendidik
dan mengarahkan kami, yang memang sudah sering membuat luka di hati bapak ibu
guru. Tapi sesungguhnya kami menyayangi bapak dan ibu guru sekalian. Kami
sangat menyayangi. Kami tidak bermaksud untuk menyakiti. Terimakasih kami
ucapkan atas segala nasihat baik dan didikannya. Maafkan kami apabila belum
mampu menjadi anak didik yang baik.
Yang saya hormati, bapak dan ibu guru, serta
teman-teman seperjuangan. Tak mampu aku berkata yang lainnya, sebab , saya pun
banyak bersalah. Pesan saya, mari kita tekun dalam mencari dan jangan
menyia-nyiakan ketulusan dan do’a orang tua kita.
Sekian pidato dari saya, apabila ada kata
yang kurang baik dan kurang berkenan, saya meminta maaf, terimakasih atas
perhatiaannya.
No comments:
Post a Comment