Hakikat Logika. Materi Perkuliahan


Bingung cari buku logika di perpustakaan sulit. atau hanya sedikit ? hmmmmm gimana ya solusinya ? dapat nilai plus dari dosen dengan makalah yang cemerlang ? yuk, kita baca .. jangan lupa siapkan camilan di dekat,, Check in with Miss D
 




PENDAHULUAN

1.      Latar Belakang

            Logika sering terdengar dalam percakapan kita sehari-hari, seperti halnya “itu tidak masuk dalam logika, menurut logika seharusnya dia harus marah”. Akan tetapi logika sebagia istilah merupakan suatu metode atau teknik yang diciptakan untuk meneliti ketepatan penalaran. Maka untuk memahami logika, orang harus mengetahui tentang penalaran. Penalaran merupakan bentuk pemikiran. Adapun bentuk pemikiran seperti pengertian atau konsep (Conceptus : Concept), proporsi atau pernyataan (Propositio ; statement), dan penalaran ( Ratiocinium ; reasoning). Tidak ada proporsi tanpa pengertian dan tidak ada penalaran tanpa proporsi. Jelasnya untuk memahami penalaran, maka ketiga bentuk pemikiran tersebut harus di pahami bersama-sama.Definisi Logika[1]
            Keinsafan akan adanya kesulitan-kesulitan mendorong orang untuk memikirkan caranya ia berpikir, serta meneliti asas-asas hukum-hukum yang harus mengatur pemikiran manusia agar dapat mencapai kebenaran. Dengan demikian, timbulah suatu ilmu yang di sebut Logika. Pelopot ilmu logika adalah Aristotelesdengan karyanya yang terkenal To Organon.[2]
Logika adalah Ilmu dan kecakapan menalar, Berpikir dengan tepat (the sience and art of correct thinking). Berpikir ditujukan suatu bentuk kegiatan akal yang terarah. “Melamun” tidaklah sama dengan berpikir, demikian pula merasakan. Dengan kata-kata yang lebih sederhana dapat di katakan berpikir adalah “berbicara dengan dirinya sendiri di dalam batin”(Plato. Aristoteles); mempertimbangkan, merenungkan, menganalisis,membuktikan sesuatu,menunjukkan alasan-alasan, menarik kesimpulan, meneliti suatu jalan pikiran, mencari berbagai hal myang berhubungan satu sama lain, mengapa atau untuk apa sesuatu terjadi, serta membahas suatu realitas.[3]





HAKIKAT LOGIKA

A.     Logika
            Logika merupakan bahasa latin yang berasal dari kata “Logos” (Perkataan). Istilah lain dari logika juga di sebut Mantiq. Di ambil dari kata Nataqa (berkata atau berucap). Dalam buku Logic And Language Of Education, Mantiq di artikan sebagai “Penyelidikan tentang dasar-dasar dan metode-metode berpikir benar.”berbeda dalam kamus Al-Munjid yang mendefinisikan sebagai Hukum yang memelihara hati nurani dari kesalahan berpikir.[4]
            Obyek material logika adalah berpikir. Dalam logika, berpikir dipandang dari sudut kelurusan dan ketepatan. Dengan berpikir manusia ‘mengolah’,’mengerjakan’ pengetahuan yang telah di perolehnya. Dengan mengolah dan mengerjakannya ia dapat memperoleh kebenaran. Pengolahan dan pengerjaan ini terjadi dengan mempertimbangkan, menguraikan, membandingkan serta menghubungkan pengertian yang satu dengan pengertian yang lainnya.[5] Secara singkat logika merupakan ilmu pengetahuan dan kecakapan untuk berpikir lurus (tepat). Dalam logika tidak sembarangan pikiran yang di selidiki. Sebab dalam logika berpikir dipandang dari sudut kelurusan, ketepatannya, karena itu berpikir lurus, tepat, merupakan obyek formal logika.[6]
            Pada masa penerjemahan ilmu-ilmu Yunani ke dalam dunia Arab yang di mulai pada abad II H, logika merupakan bagian yang amat menarik bagi minat kaum muslimin. Yang juga menimbulkan pelbagai pendapat dalam hubungannya pada masalah agama, sebagaimana Ibnu Shalih dan Imam Nawawi yang mengharamkan mempelajari mantiq sampai mendalam. Al-Ghazali menganjurkan dan menganggap baik, dan Jumhur Ulama membolehkan mempelajari ilmu mantiq bagi orang yang cukup akalnya dan kokoh imannya.[7] Filosof Al-Kindi, mempelajari dan menyelidiki Logika Yunani secara khusus dan studi ini di selidiki lebih mendalam oleh Al-Farabi, Ia mengadakan penyelidikan mendalam atas lafal dan menguji kaidah-kaidah Mantiq dalam proposisi-proposisi kehidupan sehari-hari untuk membuktikan benar salahnya.[8]
            Kata logika rupa-rupanya di gunakan pertama kalinya oleh Zeno dari Citium. Kaum Sofis, Socrates dan Plato harus di catat sebagai perintis lahirnya logika. Logika lahir sebagai ilmu atas jasa Aristoteles, Theoprostus dan kaum Stoa. [9] Aristoteles meninggalkan enam buah buku yang oleh murid-muridnya di sebut To Organon. Buku tersebut adalah Catagoriae (mengenai pengertian-pengertian), De Interpretiatie (mengenai keputusan-keputusan), Analitica Priora (tentang silogisme), Analitica Posteriora ( mengenai pembuktian), Topika (tentang metode berdebat) dan De Sophisticis Elenchis (tentang kesalahan-kesalahan berpikir.) Theophrastus memperkembangkan logika  dari Aristoteles. Sedangkan kaum Stoa (terutama Chrysippus) mengajukan bentuk-bentuk berpikir yang sistematis.[10] Kaum Sofis beserta Plato telah merintis dan memberikan saran-saran dalam bidang ini.
            Logika sering mengalami perkembangan, seperti yang terjadi di Yunani logika mengalami sistematisasi dengan mengikuti ilmu ukur yang di kembangkan oleh Galenus dan Sextus Empiricus. Di India Sistem logika di kembangkan dalam rangka menghadapi serangan-serangan golongan hindu. Logika melatih untuk menganalisis suatu jalan pikiran, menguji kesimpulan-kesimpulan yang di tarik dan kepastian yang dapat dicapai. Sehingga mampu membedakan pemikiran yang tepat “lurus”, dan benar dari yang kacau serta salah, atau “nalar yang pating sluwir”. Berbeda dengan Indonesia, yang nampaknya logika belum begitu di pahami maknanya. Baru sedikit orang yang menaruh perhatian secara ilmiah pada Logika.
B.     Macam-macam Logika
Text Box: LOGIKA            Pembagian logika dapat di sistematiskan menjadi beberapa golongan, tergantung dari mana kita meninjaunnya.


 



Logika Naturalis
                        Logika Ilmiah                 Logika Tradisional                            Logika Formal
                                                Logika Modern                                               Logika Material

           




C.     Manfaat Logika

            Berbicara mengenai manfaat suatu logika. Logika membantu kita dalam berpikir lurus, efisien, tepat, dan teratur untuk mendapatkan kebenaran dan menghindari kekeliruan, Logika juga memperkenalkan analisa-analisa yang di pakai dalam ilmu filsafat. Logika juga mendorong orang untuk berpikir sendiri.Berikut merupakan berapa manfaat dari ilmu logika ;
a.       membuat daya fikir akal tidak saja menjadi lebih tajam tetapi juga lebih menjadi berkembang melalui latihan-latihan berfikir dan menganalisis serta mengungkap permasalahan secara ilmiah.
b.      membuat seseorang menjadi mampu meletakkan sesuatu pada tempatnya dan mengerjakan sesuatu pada waktunya.
c.       membuat seseorang mampu membedakan oleh karenanya akan menghasilkan kesimpulan yang benar dan urut pikir yang salah yang dengan sendirinya akan menampilkan kesimpulan yang salah.


D.     Kesimpulan

1.      Logika merupakan bahasa latin yang berasal dari kata “Logos” (Perkataan). Istilah lain dari logika juga di sebut Mantiq.
2.      Obyek material logika adalah berpikir. logika tidak menyelidiki sembarangan pikiran yang. Sebab dalam logika berpikir dipandang dari sudut kelurusan, ketepatannya, karena itu berpikir lurus, tepat, merupakan obyek formal logika.
3.      Zeno merupakan orang yang pertama kali menggunakan kata logika.
4.      Aristoteles dan Plato serta Kaum Stoa disebut-sebut berpengaruh dalam logika
5.      Aristoteles meninggalkan Enam buah buku yang oleh muridnya di sebut To Organon.
6.      Theophrastus memperkembangkan logika  dari Aristoteles. Sedangkan kaum Stoa (terutama Chrysippus) mengajukan bentuk-bentuk berpikir yang sistematis.[11]
7.       Kaum Sofis beserta Plato telah merintis dan memberikan saran-saran dalam bidang ini.
8.      Logika dapat di bagi menjadi tiga bagian berdasarkan beberapa cara yang kemudian dari ketigannya menimbulkan sebuah pebagian lagi.
9.      Manfaat dari logika seperti :
·         Membantu mempertajam dalam menganalisis
·         Membuat seseorang lebih tepat dalam menempatkan sesuatu
·         Mampu membuat seseorang untuk lebih bisa membedakan.






DAFTAR PUSTAKA

R.G. Soekadijo, 2008, Logika Dasar Tradisional, Simbolik dan Induktif, Jakarta: Gramedia.
W. Poespoprodjo, 2011, Logika Ilmu Menalar, Bandung: Pustaka Grafika.
Mundiri, ,2008, Logika, Jakarta ; Rajawali Perss
Alex Lanur Ofm, 1983, Logika Selayang Pandang, Yogyakarta ; Kanisius



[1] R.G. Soekadijo, 2008, Logika Dasar Tradisional, Simbolik dan Induktif, Jakarta: Gramedia.
[2] W. Poespoprodjo, 2011, Logika Ilmu Menalar, Bandung: Pustaka Grafika.
[3] Ibid
[4] Mundiri, Logika, Jakarta ; Rajawali Perss ,2008,Hlm.1-2
[5] Alex Lanur Ofm, , Logika Selayang Pandang, Yogyakarta ; Kanisius, 1983,Hlm.7-8
[6] Ibid,_____
[7] A. Hanafi, Pengantar Filsafat Islam, Jakarta, Bulan Bintang,1976, Hlm.33-35
[8] Ibid,Hlm.29-30
[9] Mundiri, Logika, Jakarta ; Rajawali Perss ,2008, Hlm 2, Bertrand Russel, History of Westen Philosophy,London, George Allen & Unwin, Cet. VII, 1974,Hlm,206
[10] Alex Lanur Ofm, , Logika Selayang Pandang, Yogyakarta ; Kanisius, 1983,Hlm.9
[11] Alex Lanur Ofm, , Logika Selayang Pandang, Yogyakarta ; Kanisius, 1983,Hlm.9

No comments:

Post a Comment

Cantik dengan masker lemon

Masker Lemon        Untuk menjadi cantik wanita banyak yang melakukan perawatan mulai dari yang biasa hingga luar biasa....